Posted in kesehatan, penyakit

Kenali Penyakit PES Sejak Dini

Kenali Penyakit PES Sejak Dini

Penyakit ada di sekitar kita , tak terkecuali dengan penyakit PES, dan tikuslah yang di tuding sebagai penyebab dari penyakit ini. Lalu apakah penyakit PES dapat menular ? untuk itu ayo kenali penyakit PES sejak dini !!

Selamat datang kembali di website resmi Alfian Herbal yang merupakan distributor resmi Green World, pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya. Kami juga siap melayani dengan sistem “Kirim Barang Dahulu, Setelah Barang Sampai Baru Transfer Pembayaran

Pada postingan kali ini kami akan mengutif sebuah pembahasan mengenai penyakit yang masih asing untuk sebagian orang, yaitu penyakit PES. Untuk lebih jelasnya, simak informasi berikut ini.

PES

pes-alodokter

Kenali penyaki pes sejak dini – Penyakit pes adalah penyakit infeksi pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Pes disebut juga penyakit sampar, plague, atau black death. Penyakit ini ditularkan dari hewan pengerat (terutama tikus) melalui perantara kutu (flea). Kutu perantara yang paling sering adalah jenis Xenopsylla cheopsis. Penyakit ini di Indonesia termasuk salah satu penyakit menular dalam Undang-Undang Wabah yang harus dilaporkan kepada Dinas Kesehatan dalam waktu 24 jam pertama sejak diketahui. Pes disebut sebagai black death karena salah satu gejala penyakit ini adalah kehitaman pada ujung-ujung jari dan tingkat kematiannya yang tinggi.

Ada tiga jenis pes berdasarkan pada bagian mana dari tubuh yang terlibat, yaitu

  • Bubonic plague yang menimbulkan gejala pembesaran kelenjar getah bening. Pes jenis ini adalah yang paling umum ditemui.
  • Pneumonic plague disebabkan oleh infeksi bakteri yang telah menyebar hingga paru-paru. Tipe ini paling jarang namun paling mematikan.
  • Septicemic plague dimana bakteri berkembangbiak dalam darah penderita.

Penyakit ini menyebar dengan mudah di area yang padat, memiliki sistem sanitasi buruk, serta area yang memiliki populasi hewan pengerat yang cukup tinggi, khususnya tikus, misalnya pedesaan dan semi pedesaan di Asia. Jumlah manusia yang pernah terinfeksi dengan jumlah terbesar adalah di Afrika. Di Indonesia sendiri hingga tahun 2010 terdapat 5 kabupaten yang menjadi wilayah fokus Pes, yaitu Kabupaten Pasuruan (Jatim), Sleman (DI Yogyakarta), Boyolali (Jateng), serta Bandung dan Cirebon (Jabar).

*Penyebab Pes

Pes dapat ditemui di seluruh dunia, terutama di benua Afrika. Sebagian besar penderita pes merupakan penduduk desa, lebih banyak ditemui pada laki – laki, dan dapat terjadi pada semua umur. Pes disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis.

Bakteri ini pada awalnya menginfeksi kutu. Ketika kutu menggigit tikus, maka tikus tersebut akan terinfeksi bakteri pes. Dengan demikian, jika kutu lain menggigit tikus sakit tersebut, maka kutu tersebut juga akan terinfeksi. Jika kutu – kutu ini menggigit manusia, maka bakteri dalam tubuh kutu akan masuk ke dalam tubuh manusia, mengikuti aliran getah bening dan menyebar melalui sirkulasi darah. Di kelenjar getah bening, bakteri ini menimbulkan reaksi radang berupa bengkak, kemerahan dan nanah. Bakteri ini kemudian menyebar melalaui aliran darah ke organ-organ lain seperti limpa, paru-paru, hati, ginjal dan otak. Ketika sampai paru-paru, bakteri ini dapat menyebabkan radang (pneumonia) dan dapat menularkan penyakit kepada orang lain melalui batuk atau bersin. Bakteri yang dibatukkan dapat bertahan di udara dan dapat terhirup oleh orang lain. Pes tidak hanya dapat menginfeksi tikus, namun juga bisa menginfeksi kucing, anjing, dan tupai.

Selain melalui gigitan kutu, pes dapat menular dengan berbagai cara lain, yaitu:

  • Kontak titik-titik air liur (droplet) di udara: berupa batuk atau bersin dari penderita pes dengan radang paru.
  • Kontak langsung: berupa sentuhan kulit yang terluka terhadap nanah/luka penderita pes, termasuk kontak seksual.
  • Kontak tidak langsung: sentuhan terhadap tanah atau permukaan yang terkontaminasi bakteri.
  • Udara: hirupan udara yang mengandung bakteri Y. pestis karena bakteri ini dapat bertahan di udara cukup lama.
  • Makanan atau minuman yang tercemar bakteri.

*Gejala Pes

cara-mengobati-penyakit-pesGejala pes atau sampar (plague) biasa muncul 2-6 hari setelah seseorang terinfeksi. Gejala penyakit ini menyerupai gejala yang disebabkan oleh flu, namun gejala lain juga dapat menyertai ketiga jenis pes yang telah disebutkan di atas. Gejala-gejala yang membedakan ketiga pes, antara lain:

  • Bubonic plague

Gejala bubonic plague muncul satu minggu setelah pasien digigit oleh kutu yang terinfeksi. Gejala berupa pembengkakan atau rasa sakit pada kelenjar getah bening (buboes), pusing, nyeri otot, demam, gemetar, dan lemas. Pembengkakan ini biasanya muncul di leher, ketiak, pangkal paha, dan dan di sekitar area gigitan atau cakaran hewan. Bengkak dapat berukuran sebesar telur ayam dan nyeri serta hangat ketika disentuh.

  • Pneumonic plague

Gejala berupa batuk mengeluarkan dahak/air liur/nanah dari paru-paru, sakit dada, sesak napas, dan lemas. Wabah yang berkembang dengan sangat cepat ini dapat menyebabkan gagal napas dan syok bagi penderitanya hanya dalam periode dua hari masa infeksi sehingga harus sesegera mungkin ditangani.

  • Septicemic plague

Gejala berupa demam, lemas, gemetar, mual, muntah, sakit di area perut, diare, syok, hingga terjadi pendarahan yang keluar dari mulut, hidung, anus, atau di balik kulit. Gejala lainnya adalah warna kulit yang menghitam akibat kematian jaringan atau gangrene.

*Pengobatan Pes

Pes atau sampar (black plague) ditangani menggunakan antibiotik, misalnya gentacimin dan ciprofloxacin. Bila tidak segera diobati, bubonic plague bisa berkembang ke jenis lain yang lebih parah.

Selain antibiotik, biasanya pasien septicemic plague dan pneumonic plague membutuhkan cairan infus, oksigen, dan terkadang juga membutuhkan alat bantu pernapasan. Kemungkinan isolasi bisa diterapkan pada pasien yang mengidap pneumonic plague untuk mencegah penyebaran terjadi. Tenaga medis, perawat, dan siapa saja yang berhubungan dengan penderita pneumonic plague dapat dimonitor kesehatannya, serta diberikan antibiotik sebagai tindakan pencegahan.

*Pencegahan Pes

Mengawasi dan mengendalikan populasi hewan pengerat di sekitar rumah maupun lingkungan tempat tinggal merupakan langkah penting dalam mencegah berkembangnya bakteri penyebab pes. Mulailah dengan menghindari memiliki tumpukan benda-benda rongsokan, makanan hewan, atau kotoran yang dapat menarik perhatian tikus, seperti sikat, kayu, atau batu di sekitar rumah, kantor, bahkan pada area umum. Gunakan sarung tangan saat sedang berhadapan dengan hewan yang kemungkinan telah terinfeksi wabah agar kulit terhindar dari kontak bakteri.

Jika memiliki hewan piaraan, jangan lupa untuk selalu memonitor kondisi mereka setelah berkeliaran bebas di luar rumah, terutama jika tinggal di area yang memiliki kasus pes. Jangan lupa untuk memastikan hewan piaraan dan keluarga telah menggunakan produk antiserangga atau kutu, khususnya sebelum beraktivitas di luar ruangan. Cegah hewan piaraan untuk tidur di kasur tidur atau sofa ruang tamu untuk mencegah penyebaran kutu pes. Segera temui dokter hewan jika hewan piaraan secara tiba-tiba mengalami sakit.

Itulah informasi mengenai penyakit Pes. Semoga dengan mengenal penyakit pes sejak dini, membuat pengetahuan anda jadi bertambah dan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh tikus itu.

Terus kunjungi situs https://tehherbaluntukmencegahcacingan.wordpress.com untuk mengetahui informasi seputar kesehatan lainnya.

Baca Juga : Tips mengatasi sakit leher akibat salah bantal

KENALI PENYAKIT PES SEJAK DINI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s